oleh

Baliho “Mimpi Jadi Presiden” Dipasang Di Palembang

-Nasional-600 views

JAKARTA I KABARINTI.COM I Ramai dibicarakan di Medsos, terkait munculnya baliho berukuran besar itu terpampang di sebuah kawasan di Kota Palembang. Baliho bertuliskan “Ahmad Sahroni, mimpi jadi presiden: Mumpung mimpi masih gratis, ngga bayar”. Kemunculan baliho itu, memang menjadi perhatian dan berbagai spekulasi. Khususnya, kemungkinan Sahroni akan benar-benar maju sebagai Capres pada Pilpres 2024 mendatang.

Seperti diketahui, Ahmad Sahroni adalah Politisi NasDem yang juga wakil ketua Komisi III DPR RI. Menurut dia, baliho jadi presiden di Palembang, itu memang inisiatif panitia anak muda setempat. “Baliho itu untuk menyambut kedatangan saya, ketika saya kunjungan kerja kesana minggu lalu. Terus mengenai quotenya, kan memang itu trademark saya,” kata dia.

Kabar Terkait  "JARKOM", Jadikan ASN Lebih Pintar Bareng Kominfo Newsroom

’’Bisa dicek di mana saja baik seminar, Youtube interview, atau apapun itu, bahwa saya memang selalu bermimpi untuk jadi orang yang lebih sukses,” ujar Sahroni dalam keterangannya, dilansir jabarekspres.com,Minggu (20/12/2020).

Lebih lanjut, politisi asal Tanjung Priok Jakarta Utara itu juga menyatakan bahwa sejak masih berprofesi sebagai supir dulu, dirinya memang selalu bermimpi untuk menjadi orang yang lebih sukses. “Dari saya masih gembel, dari jadi supir, saya emang selalu bermimpi jadi orang yang lebih sukses. Ya sekarang kan Alhamdulillah, saat ini saya sudah sukses, jadi kalau ditanya pada saat ini mimpinya apa, ya saya ingin jadi presiden,” sambungnya.

Kabar Terkait  Budayawan Eros Djarot: Saya Kira Orang Pers Sudah Tidak Punya Nyali

Sahroni juga menegaskan bahwa baliho tersebut tidak mengandung maksud politik apapun, dan justru merupakan bentuk dorongan pada para pemuda untuk berani bermimpi seperti dirinya. Dia mengaku sudah diskusi dengan pihak panitia. Dan baligo itu, tidak ada muatan politis apapun. Akan tetapi, lebih sekedar memotivasi generasi muda untuk bisa bermimpi menggapai kesuksesan, terangnya.

’’Bisa diperhatikan kalau balihonya aja hanya foto saya, nggak ada atribut partai misalnya. Karena ini emang tujuannya memotivasi anak muda, untuk bermimpi setinggi-tingginya. Ini saya memberikan contoh bahwa orang yang dulunya miskin gembel seperti saya juga punya hak untuk mau bermimpi,” pungkas Sahroni. (*)

Komentar