OGAN KOMERING ILIR I KABARINTI.COM I Sudah sepekan terakhir warga di Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel mengeluhkan kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg.
Salah seorang warga Desa Pedamaran 3 Kecamatan setempat, Guluk (37) mengeluh karena kesulitan mendapatkan gas untuk keperluan memasak. “Saya sudah mencari kemana-mana, sampai keliling ke beberapa desa untuk mendapatkan gas 3 Kg, namun sulit ditemukan, walaupun ada harganya selangit hingga tembus Rp 30 ribu per tabung,” keluhnya kepada kabarinti.com, Jum’at (7/1/2021).

Saya harap, lanjutnya, kepada pihak berwenang untuk bisa mengawasi lebih ketat lagi pendistribusiannya dan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon tersebut bisa dikendalikan hingga sampai ke tangan konsumen. “Kalau ada pangkalan yang nakal tolong diberi sanksi tegas,” harapnya.
Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda OKI, Sahri, S.Sos saat dikonfirmasi terkait kelangkaan gas di ruang kerjanya, mengatakan kelangkaan gas tersebut sudah berulang kali terjadi, bukan saja di Pedamaran namun juga sering terjadi di kecamatan lain dalam wilayah Kabupaten OKI. “Padahal kuotanya tetap, tidak berkurang sama sekali, tapi bisa sering kekurangan stok gas, hal ini yang akan kita kendalikan dan cari solusinya,” ujarnya.
Untuk pengawasan lebih ketat, ungkapnya, pihaknya terkendala kekurangan personil, untuk itu kami juga melibatkan pihak kepolisian dan Pol PP jika turun ke lapangan. “Demi kepentingan masyarakat, marilah kita awasi bersama, jika ada pangkalan yang ketahuan berbuat curang, misalnya menjual gas diluar wilayahnya, maka kita akan rekomendasikan ke pihak Pertamina dan Hiswanamigas supaya pangkalan tersebut dilakukan pemutusan hubungan usaha (PHU),” tuturnya.
Ditempat terpisah Supervisor Stasiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT. Sarana Agung Gas (SAG) Muhammad Fatoni, menjelaskan bahwa pengisian gas di perusahaannya berlangsung setiap hari seperti biasa dari hari Senin sampai Sabtu. “Pengisian gas berlangsung setiap hari seperti biasa kecuali Minggu libur, kita akan isi kalau ada Loading Order dari Pertamina, dan rata-rata per hari ada 26 sampai 28 mobil, satu mobil isinya 560 tabung,” jelas Toni kepada kabarinti.com saat disambangi di kantornya.
Dikatakannya, untuk wilayah Kabupaten OKI ada 8 (delapan) agen yang melakukan pengisian gas, kedelapan agen tersebut yakni, Darussalam Alam Sejahtera, Marga Pusi Putra, Lanjaran Putra Sedarah, Pramulia, Hanna Mulia Sejahtera, Mega Gas Lempuing, Guntur Gas Mandiri, dan Farisi Putra Insani.
Ditambahkannya, untuk hari-hari besar nasional seperti lebaran dan Natahru ada fakultatif tambahan dari Pertamina.”Kalau biasanya ada 26 sampai 28 mobil perhari, maka saat lebaran dan Natahru menjadi 30 mobil per hari, karena ada fakultatif tambahan, jadi stok gas untuk masyarakat bisa terpenuhi,” pungkasnya. (Darman)


Komentar