oleh

Belum Tahu Sebabnya, Warga Tulung Selapan Keluhkan Banyak Babi Mati Mendadak

OGAN KOMERING ILIR I KABARINTI.COM I Sejak sepekan lalu warga di beberapa desa dalam Kecamatan Tulung Selapan khususnya Desa Penanggoan Duren, Desa Jerambah Rengas, Desa Lebung  Hitam, dan Desa Lebung Gajah mengeluhkan banyak babi hutan mati mendadak di kebun karet milik warga setempat yang belum tahu penyebabnya dan menebarkan bau busuk yang sangat menyengat, sehingga menggangu aktivitas keseharian mereka khususnya para petani karet.

Menurut keterangan salah satu petani karet Maimunah (50) warga Desa Lebung Hitam,  mengatakan, bangkai babi yang mati mendadak di lahan kebun karet menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat dan dikerumuni lalat hijau. “Baunya sangat mengganggu aktivitas kami sebagai petani karet saat berada di kebun, namun kami harus tetap memahatnya walaupun  harus menghisap bau busuk,” tuturnya, Rabu (27/1/2021)

Kabar Terkait  Sisi Lain Kuala Dua Belas, Desa Viral Karena Styrofoam, Income Puluhan Juta Hingga Rumah Mewah di Jakarta

Karena hampir 90 persen,lanjutnya, sumber pendapatan warga desa dari hasil karet, dan kami pun tidak tahu apa penyebab babi mati mendadak diperkebunan karet tersebut. “Kami berharap pihak pemerintah  dapat segera menanggulangi kejadian ini, dan dapat mengetahui penyebabnya. Karena dikhawatirkan dapat menyebabkan wabah penyakit lain,” ungkapnya.

Sementara, Busla selaku Kepala Desa Penanggoan Duren membenarkan banyaknya keluhan petani karet perihal bau busuk yang menyengat dari bangkai babi tersebut, dan Pemerintah Desa Penanggoan Duren akan segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan terkait penanggulangan puluhan babi mati di perkebunan karet, agar petani karet dapat melakukan kegiatan keseharian mereka tanpa harus mencium bau busuk dari puluhan bangkai babi tersebut.

Kabar Terkait  Menangkan Pilkada OKI dan Sumsel, DPC PDI Perjuangan OKI Gelar Rakercabsus

“Yang lebih dikhawatirkan lagi belum tahu penyebab kematian babi, dan dikerumuni lalat hijau, sehingga ditakutkan disebarkan lalat yang mengerumuni babi mati tadi dan menular ke manusia dan bisa menimbulkan wabah baru,” jelas Busla. (Darman/Povi/Midi)

Komentar