oleh

Pasca 38 Siswa Diduga Keracunan Menu MBG, BGN Resmi Hentikan Sementara SPPG Bandar Jaya

OGAN KOMERING ILIR I KABARINTICOM I Pasca 38 siswa di Desa Bandar Jaya diduga keracunan setelah menyantap menu makanan Program Makan  Bergizi Gratis (MBG). Kini Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Sugihan Bandar Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat yang diterbitkan BGN Nomor 3447/D.TWS/07/2026 tertanggal 25 Juli 2026 dengan perihal Pemberhentian Operasional Sementara (Suspend) yang ditujukan kepada Kepala SPPG Ogan Komering Ilir Air Sugihan Bandar Jaya, Provinsi Sumatera Selatan.

Sebelumnya, sedikitnya 38 siswa dari SDN 1 Bandar Jaya, SMPN 1 Air Sugihan, dan MI Nurul Huda Bandar Jaya di Kecamatan Air Sugihan OKI dilaporkan mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG. Peristiwa ini kemudian memicu evaluasi terhadap operasional SPPG yang memasok makanan ke sekolah-sekolah tersebut.

Kabar Terkait  Ketua Hanura OKI Serukan Dukungan Warga Pantai Timur untuk Paslon Dja'far-Abdiyanto di Pilkada

Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan merekomendasikan penghentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah kepada SPPG bersangkutan, serta pengalihan penerima manfaat ke SPPG lain agar pelayanan Program MBG tetap berjalan.

Dalam surat tersebut juga ditegaskan, pengelola SPPG diwajibkan menyelesaikan seluruh proses administrasi dan pembayaran operasional sebelum pemberhentian diberlakukan. Sementara status penghentian sementara hanya dapat dicabut setelah pengelola menyampaikan bukti perbaikan beserta dokumen pendukung, yang selanjutnya akan diverifikasi oleh Direktorat Pemantauan dan Pengawasan BGN.

Kabar Terkait  Menteri LHK Resmikan Desa Mandiri Peduli Gambut di OKI

Terpisah, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan hingga kini masih ditunggu. Hasil pemeriksaan itu akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti insiden yang mengakibatkan puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dalam Program MBG.

Penerbitan surat suspend oleh BGN menunjukkan bahwa aspek kehati-hatian dan perlindungan terhadap keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama. Meski demikian, hasil uji laboratorium tetap menjadi dasar penting untuk memastikan penyebab kejadian tersebut dan menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan sanksi administratif maupun tindakan lainnya apabila ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan.(man/SMSI OKI).

Komentar